My Andrea
“ … Aku ingin hidup mendaki
puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan
memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman,
lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku kehidupan yang ujungnya tak dapat
disangka. Aku mendamba kehidupan yang dengan kemungkinan-kemungkinan bereaksi
satu sama lain seperti benturan molekul uranium; meletup tak terduga-duga,
menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar kearah yang
mengejutkan. Aku ingin ketempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan
orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca
bintang-gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, aku ingin
melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram
dingin. Aku ingin kehidupan yang
menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Aku ingin merasakan
saripati hidup!....”
Kutipan diatas guwe sadur dari
novel Edensor-nya Andrea Hirata. Entah kenapa, guwe tergila-gila banget sama
Andrea…. Seluruh novel Andrea yang pernah terbit di Bumi Indonesia ini sudah
guwe lalap habis. Mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah
Karpov, Padang Bulan, Cinta di dalam Gelas, Sebelas Patriot, dan Laskar Pelangi
Song Book. Sebagian novelnya guwe punya, sebagian lagi pernah guwe pinjem dari
berbagai sumber, hehe…. Maklum modal cekak tapi gandrung baca….wkwkwkw….. Dan
sekarang, guwe pun sudah bisa membacanya berulang kali karena novel-novel ini
bisa di download gratis di internet. Wew, fakta mengerikan bagi penerbit buku
dan novel, hehe….
Andrea Hirata berasal dari Pulau Belitung,
Provinsi Bangka Belitung. Basic akademisnya adalah ekonomi, namun sangat
menggemari sains, terutama fisika, kimia, biologi, astronomi dan sastra. Andrea
sendiri lebih suka menyebut dirinya sebagai seorang akademis dan backpacker. Tapi buat guwe, Andrea
adalah seorang akademisi yang brillian, sastrawan yang jenius yang dimiliki
bangsa tercinta ini.
Andrea pula yang menginspirasi
guwe untuk kembali menyalurkan hobi menggores-gores tulisan, hal yang sudah
lama guwe tinggalin selama kurang lebih hampir tujuh tahunan. Karena sudah ga
sempet lagi untuk menulis disela-sela kesibukan pekerjaan guwe sebagai
Fasilitator di sebuah Program Pemberdayaan.
Bahkan untuk membuat satu blog saja, baru terwujud akhir-akhir ini.
Masih guwe inget, tulisan pertama
guwe yang dimuat di Opini Pembaca, Harian Sriwidjaya Post, guwe lupa tahun
berapa…yang guwe inget waktu itu guwe masih duduk di bangku SMP Kelas 3.
Tulisan pada saat itu adalah tentang hasil pengamatan guwe tentang kisruh dunia
politik pada saat itu. Sok politik yee.
… But, I love politic like literature do …Dua kali dimuat, dua kali dapet
honor, waktu itu kalo ga salah honornya Rp 10.000,-- lumayan buat
jajan…….hehe….Abis dari situ ada beberapa cerita pendek yang guwe buat, dan
dikirim ke beberapa majalah remaja pada waktu itu….
Masuk Perguruan Tinggi, kegiatan
gores-menggores tinta ini sudah jarang guwe lakuin, malahan pada saat itu guwe
sempet terjun ke organisasi politik jadi salah satu pengurus Partai berlambang
matahari. Tapi akhirnya ‘resign’ dari keanggotaan partai ketika bergabung
dengan program, karena fasilitator dilarang berpolitik…..
And now, Andrea sungguh-sungguh
menambah kecintaanku pada sastra,… menambah kegemaran membacaku, dan mengubah
perspektif pandanganku mengenai dunia sastra yang kaku menjadi lebih dinamis
dan sporadis namun indah…..Really, love him so much…. Cuma Andrea yang bisa
membuatku menangis dan tertawa dalam waktu yang hampir bersamaan……Dan salah
satu kegiatan guwe sekarang adalah menunggu terbitnya novel terbaru Andrea, dan
guwe pengen jadi orang pertama yang mengantri di Gramedia untuk nge-dapetin
novelnya……
Komentar
Posting Komentar