This Section Is Not Mine
10.41… angka tersebut laksana
pancaran cahaya Aurora Borealis yang menyala-nyala di pikiran akibat interaksi
antara medan magnet keputus-asaan dengan partikel kesedihan yang dipancarkan
oleh hati.
Terlambat 41 menit dari jam 10….angka
mati!
Pupus sudah harapan mengikuti
test CAT penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil…. Usaha yang dibangun
berhari-hari, dimana latihan soal-soal CAT yang dilakukan selalu berpacu dengan
tugas-tugas program… Modul-modul latihan soal yang selalu dibawa
kemana-mana..ke desa…kecamatan…kabupaten…dimana selalu diusahakan untuk
dikerjakan di sela-sela waktu luang…..hafalan undang-undang, rumus geometri,
deret angka, sejarah, dan test kepribadian…..hancur semuanya……gara-gara 41
menit……
Jumat, 12 November 2014:
15.45 pm : Belum ada tanda-tanda
rapat koordinasi ini akan selesai,, malahan moderator mengatakan akan dilanjut
besok sesuai dengan kesepakatan bersama….. galau terasa ketika akan meminta izin
ke spv untuk pulang ke Palembang duluan dan tidak ikut merayakan rakor besok……tugas,
kewajiban, loyalitas,,langkah masa depan, tuntutan hidup……hadeeehh….
17.15 pm : Rapat selesai….lanjut
besok…izin baru dapat……okeeeh…..travel roda empat dari martapura yang terakhir
baru saja berangkat….. lanjud menghubungi travel baturaja juga sudah berangkat
semua…… harapan terakhir adalah kereta Limex malam dari Tanjung Karang…..
21.30 pm : Tiket Limex baru di
dapat,,,harga tiket bisnis termurah sudah habis, terpaksa membeli kelas Bisnis
VIP…baiklah, not mind….demi masa depan……Petugas loketnya bilang, kereta
berangkat jam setengah dua dini hari… rekomendasinya adalah untuk datang lebih
awal jam setengah satu supaya tidak ketinggalan kereta. Sebelumnya, karena
belum pernah naik kereta malam dari Martapura, kutanyakan perihal jam berapa
akan sampai di tujuan,, dijawab petugas loket jikalau keretanya tidak pecah ban
maka akan tepat waktu setidaknya jam setengah enam pagi sudah sampai di
Palembang, paling telat kalau pecah ban akan sampai jam 7 pagi…. Sip! Dalam hati
masih bisa terkejar mengikuti test jam 10….
Sabtu, 13 November 2014
00.30 am : Diriku ini ditemani
ass mis kami yang kece dan kakakku yang baiiiiiik sekali sudah kongkow di
Stasiun Kereta Martapura…. Ada 3 ekor penumpang yang sudah stand-by di ruang
tunggu penumpang….2 laki-laki dan satu perempuan…sebelumnya Ass miss kami yang
kece itu misuh-misuh ketika kami tidak dibukakan pintu depan oleh petugas yag
dari kaca jendela kami lihat memutarkan tangannya mengisyarakatkan supaya kami
memutar jalan masuk lewat pintu belakang….inilah resiko berangkat dini hari
dari Stasiun kecil…dimana minim sekali petugas yang akan kau jumpai dan minim
sekali pelayanan yang akan kau dapat……
02.25 am : Ular besi itu baru
tiba di Stasiun… Setelah menyalami dan pamit pada dua rekan kerjaku aku segera
bergegas menaiki ular besi tersebut…..Bismilah kulafazkan ketika kaki pertama
kali menaikinya, teriring doa dalam perjalanan…. Seat : B10A, seorang petugas
kece membimbingku mencari tempat duduk…Pas ketemu kulihat sudah ada ibu-ibu
dengan balitanya yang sudah tertidur pulas di seat milikku…. Hadeeh,,duduk
dimana ini…. Untung saja, ada cowok keren yang berbaik hati memberikan seat nya
untukku…. Alhamdulilah, terima kasih! Kulepas ransel dan duduk langsung
menikmati suasana Limex yang dingin… kulihat beberapa seat memang tidak terisi
penuh…. Sebelumnya aku berdoa supaya ular besi ini bisa tepat waktu dan tidak
terlambat sampai Palembang….
07.01 am: Stasiun Prabumulih…Huft!
Ular besi ini luar biasa lambreta! Untuk satu kali stop mungkin sekitar 20
menit-an untuk menunggu Babaranjang…..Belum lagi pemberhentian setiap stasiun…. Galau..galau….galau…. akankah tiba
tepat waktu?? Mata ini belum terpejam semenit pun semenjak dari Martapura…. Belum
lagi penumpang sebelah yang dengan sopannya mengeluarkan bunyi-bunyian irama
padang pasir, cukup membuat polusi suara bagi tetangga lainnya….. Kantuk sudah
tak terasa lagi berganti menjadi galau berkepanjangan,,,,,
09.00 am: Kereta masih berhenti
di Stasiun Simpang, Inderalaya….sebenarnya kurang lebih 30 menit lagi kami akan
sampai di Stasiun Kertapati, Palembang…. Tapi, lagi-lagi ular besi ini pingsan
lagi di rel….Mampus, dah! Di tengah kebimbangan hati ini, Bacaanku sudah
berubah dari hafalan amandemen menjadi komat-kamit membaca Ayat Nabi Yunus ketika
Beliau berada dalam perut ikan paus: “Laailahailla
anta subhanaka inni kuntu minazzholimin… “. Doaku dalam hati : ‘Tuhan, jika ini
memang kesempatan yang terbaik yang Kau berikan padaku, perlancarlah Ya Allah, Amin!’……
09.45 am : Tak lama si ular besi
ini bergerak terseok-seok…Petugas memberitahukan lewat pengeras suara bahwa
kami akan sampai kurang lebih 15 menit lagi di Palembang… aku bergegas meraih
ranselku dan meletakkan di samping seat….akhirnya sampai jugaa….
Tiba-tiba, kurang lebih 400 meter
memasuki Stasiun Kertapati, Palembang, ular besi ini kembali berhenti tanpa tau
sebab… Ya Tuhan, padahal sebentar lagi…..Kesabaran ku mulai habis…aku bangkit
dari seat-ku sambil bergegas menuju pintu keluar gerbong…. Kupastikan aku
berada di depan Komplek Tentara Yon Zikon 12kj/ Kertapati….. Kulempar ranselku
keluar kereta dan meloncat turun dari kereta di tengah rel….sambil berlari aku
sempat melihat si ular besi ini masih tidak bergeming dari relnya….Sebodo amat!
Sekumpulan bapak-bapak yang duduk di pinggiran rel berteriak memberi saran
supaya aku mencari ojeg…. Sialan! Ga ketemu ojeg, lagi! Aku menelpon ayah yang
sudah menungguku dari jam 7 di stasiun supaya menjemputku di depan Zikon….
Nafasku sudah meluncur satu-satu….. terbirit-birit dikejar waktu….Ampun, DJ!
10.30 am: Sampai di BKN Regional
VII, Jakabaring, Palembang,,, segerombolan peserta test berpakaian hitam putih
sudah berseliweran di sana…Kulihat temanku Slamet duduk di kaki lima gedung,
baru saja menyelesaikan test untuk kloter pertama,,, setelah sebelumnya sohibku ini memberitahu
kalau score test-nya tidak memenuhi passing
grade kelulusan… dengan tergesa-gesa aku melapisi bajuku dengan kemeja
putih dan memakai rok hitam yang sudah dibawakan ayahku… Slamet, melihatku
sambil geleng-geleng kepala….tapi dalam hatinya tidaklah kaget demi melihat kegilaan
kawan kuliahnya ini …hehe….Tampilan ku, asli ga bangett! Yang penting pake seragam hitam putih….
Aku langsung menuju ruang petugas
registrasi…… Nafasku masih meluncur satu-satu ketika menunjukkan kartu peserta
dan KTP di meja registrasi…… Dengan alasan kereta yang terlambat aku
menyampaikan secara logis keterlambatanku…. Demi melihat perjuanganku, si
petugas mengatakan kalau aku tidak boleh lagi mengikuti ujian karena sudah
terlambat 41 menit….10.41! Diriku tetap memohon untuk diizinkan ikut test meski
waktu tinggal setengah jam lagi…Karena kasihan mungkin, akhirnya beliau
menyarankan agar aku menghadap langsung ke petugas dari BKN…. Si Bapak dari BKN
ini, yang mukanya mirip Datuk Maringgih, dengan tegas tanpa basa-basi bilang,, “TIDAK
BOLEH!...Anda sudah lewat 41 menit dari jadwal, dan tidak diperkenankan mengikuti
test bagi peserta yang terlambat semenit pun dari jadwal sesuai SOP…”
Sayup-sayup lagu Samsons mengalun
di pikiranku : “………Segenap hatiku luluh lantak…”
Gontai kutinggalkan ruangan BKN
tersebut dengan perasaan hancur…..
Sambil memberi semangat, Slamet
dan Kak Maesa yang baru datang bilang, “……Sabar,,,, ikut lagi tahun depan…”.
Apanya yang tahun depan? Moratorium, bro…..5 tahun lagi baru bisa ikut lagi……dan
umurku paaasss banget 35 pada saat itu kalau diizinkan Tuhan….. Ayah
menguatkanku dengan mengatakan kalau hal tersebut bukan salahku…setidaknya aku
sudah berusaha, tapi Tuhan berkata lain…..
Kalah sebelum berperang,,,itu
yang terjadi……
Selama perjalanan menuju rumah,
air mataku menetes satu-satu…sama parah dengan perasaanku….. Kupeluk ibuku
ketika sampai di rumah….Beliau menangis….tapi tetesan air matanya menguatkan
diriku….dalam tangisnya, ada kekhawatiran, ada kekecewaan, namun ada pula rasa
bangga untuk anak perempuannya ini dalam hal memperjuangkan sesuatu……..
Sedih, kecewa…..jelas campur aduk
jadi satu…..Thank’s God…This section is not mine….
Jadi inget kata-kata Pak Dahlan, “….Jika
semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar
ikhlas?...”
Akhirnya, diriku ini harus
mengikhlaskan lepasnya kesempatan untuk jadi Abdi Negara….Ah, tapi bukankah
untuk jadi abdi Negara tidak harus menjadi Pegawai Negeri…. Bukankah selama
ini, aku pun telah bertotalitas menjadi abdi Negara sebagai Pahlawan
Pemberdayaan,,,hehehe….(kata-kata motivasi untuk diri sendiri)…. Tuhan
menaruhmu ditempatmu yang ‘sekarang’, bukan karena ‘kebetulan’, orang hebat
tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan…..maka dari itu,
cintai dan syukurilah pekerjaanmu yang sekarang…..
Baiklah,,,,aku hanya
terbayang-bayang wajah kawan-kawan yang rela kubangunkan subuh dini
hari,,terkantuk-kantuk mengantarkan dan menunggui di stasiun kereta…. Maaf
merepotkan kawan-kawan… Dan aku belum berhasil,,,,,, Hanya Tuhan yang bisa
membalas kebaikan kalian….
Sekian dan terima kasih. Wassalam
PNS…. Dan aku berniat menyumbangkan modul-modul latihan soal CAT-ku untuk
mereka yang lebih membutuhkan…..
Komentar
Posting Komentar